It's just my notes.

Maybe it's not important to you, but it's mine!

PN offset pada CDMA

Pada CDMA, pembedaan kanal logic (pilot, sync, paging, atau traffic) dilakukan dengan walsh code. Ada 64 walshcode yang digunakan oleh CMDA. Walshcode 0 digunakan untuk pilot, walsh code 1-7 digunakan untuk paging, walsh code 32 digunakan untuk synchronisation, dan selebihnya digunakan untuk kanal trafik. Sebagai tambahan, setelah kanal logic di-spread dengan walsh code, kanal tersebut akan di-spread lagi dengan short PN code. Pada arah forward semua kanal logic pada BTS yang sama akan di-spread dengan short PN code yang sama. Dalam hal ini, short PN code digunakan untuk membedakan BTS yang satu dengan BTS yang lain.
Sebagai contoh, diasumsikan bahwa BTS 1 mengirimkan kanal trafik dengan walsh code 21, dan BTS 2 juga mengirimkan kanal trafik dengan walsh code 21. Apbila jarak kedua BTS ini berdekatan, maka akan terjadi interferensi. Oleh karena itu, BTS (atau sektor) yang berdekatan harus menggunakan short PN code yang berbeda.

Short PN squence

Short PN squence dibangkitkan menggunakan shift register dengan 15 delay element. Dengan shift register tersebut dapat short PN code dengan panjang 2^15, atau 32,768 chip. Apabila kita menggeser PN squence dengan 1 chip, maka akan didapatkan 32,768 PN squence. Dengan PN squence sebanyak itu, sepertinya PN offset tidak diperlukan lagi.
Akan tetapi ada sedikit masalah dengan hal in. Jika transmission rate 1.2288 Mcps, maka durasi untuk satu chip adalah (1 sec / 1.2288 Mcps) atau 0.8138 usec. Dengan durasi tesebut didapat jarak 244.14 m. Dengan kondisi tersebut, maka ada situasi dimana MS akan sulit membedakan PN sqeuence yang diterima dari dua BTS. Kondisi tersebut adalah kondisi dimana MS berada di wilayah BTS 2, tepatnya berjarak 244 dari BTS 2 dan juga berjarak 488 dari BTS 1.

mobile cannot distinguish the received PN sequences

Figure 1. A situation where a mobile cannot distinguish the received
PN sequences of two base stations.
PN sequences in the time domainFigur 2 . PN sequences in the time domain. The illustration corresponds
to the situation shown in Figure 1

Dengan kondisi tersebut, dan perbedaan PN squence dari kedua BTS tesebut adalah 1 chip, maka MS akan bingung untuk membedakan short PN code yang diterima.

Oleh karena itu, IS-95 standart menyarankan minimal perbedaan short PN squence adalah 64 chips. Jika perbedaan minimal tiap PN adalh 64 chips, maka maksimal PN yang bisa dipakai adalah 512 PN squence. Perbedaan minmal bisa dinaikkan berdasarkan parameter PILOT_INC. Dengan PILOT_INC = 1 maka perbedaaan minimal antar PN adalah 64 chips, jika PILOT_INC = 2 maka perbedaan minimal antar PN squence adalah 2×64 atau 128 chips. Jadi jumalh short PN squence yang bisa dipakai adalah 32728 chips / (PILOT_INC  x 64 Chips). Dengan jumlah short PN squence yang terbatas tersebut, diperlukan perencanaan PN offset.

Referensi :

– Yang, Samuel C.1998. CDMA RF Engineering. Norwood : Artech House

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: